Coretan dari Balik Kelambu…

Tarian Accrocrap Bius 700 Penonton di Bandung

kalawan 4 pairan

Fantastik! Itulah kata yang terlontar ketika menonton pertunjukan Compagnie Accrorap, sebuah kelompok penari HipHop dari Perancis. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) di Bandung ini, menghadirkan pertunjukan tarian berjudul Petites Histoires.com yang mampu menghipnotis lebih dari 700 penonton Teater Tertutup Taman Budaya, Jl. Ir. H. Juanda 53 A, Bandung pada Minggu, 24 Mei 2009 lalu.

Pertunjukan berdurasi 90 menit ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari penonton. Standing Applause di akhir pertunjukan yang dibarengi teriakan “We Want More”, merupakan bukti bahwa pertunjukan Accrorap di Bandung terbilang sukses.

Petites Histoires sendiri merupakan sebuah kisah yang menghadirkan kenangan masa kecil para penarinya yang saling berhubungan satu sama lain. Kelompok yang terdiri dari 5 pria Perancis ini, menghadirkan tarian hiphop yang dikolaborasikan dengan tarian kontemporer gabungan budaya Barat dan Timur.

Kelincahan dan kebebasan berkreasi terlihat dalam sajian tarian Petites Histoires. Tidak hanya bercerita, setiap tarian yang dipertunjukan berhasil membangun suasana di dalam gedung pertunjukan. Tawa, sedih, haru, dan takjub, sesekali tampak di muka penonton.

Belum lagi dengan permainan cahaya yang sederhana dan apik serta alunan musik yang bervariasi, membuat tarian Accrorap menjadi hidup, bahkan benar-benar hidup. Para penonton tidak hanya terpukau dengan akrobat tarian hiphopnya yang membutuhkan kemampuan lebih, tetapi juga terhadap penjiwaan para penari terhadap gerakan tariannya.

Tampilkan Kenangan Masa Lalu

“Dalam pertunjukan ini saya ingin menunjukan kesan-kesan innocent ketika berumur antara 7 sampai 11 tahun, tutur Kader Attou, koreografer sekaligus direktur artistik Accrorap. Kader mencontohkan dengan kenangan kecilnya ketika dia mengumpulkan kupu-kupu dalam kantong plastik. Kemudian serbuk di sayap kupu-kupu, dia kumpulkan di sebuah kotak besi.

Ketika itu, Kader kemudian membuat sayap dan memakainya. Serbuk-serbuk yang telah dia kumpulkan, dia taburkan ke sayap yang telah dia buat dengan harapan bisa terbang seperti kupu-kupu.

Meskipun tetap saja tidak bisa terbang, tetapi kenangan itu begitu membekas di dalam dirinya saat ini. “Dalam pertunjukan ini kami ingin berbagi kenangan indah yang kami alami dulu,” tandas Kader.

Dalam setiap karyanya, Kader menuturkan ingin menunjukan 5 hal, yaitu: emosi, umur, ringan, humor, dan puisi. Bagaimanapun juga, Kader mengakui bahwa emosi adalah sesuatu yang universal yang bisa dirasakan setiap orang. Apalagi ketika berbicara tentang masa anak-anak. “Ketika berbicara tentang kekanak-kanakan, adalah sesuatu yang sama di mana pun,” ungkap Kader.

Kader juga ingin selalu membuat pertunjukan yang hidup dan tidak mau membatasi intepretasi penonton. “Kami ingin membebaskan penonton untuk berimajinasi terhadap apa yang kami sajikan,” tutur Kader.

Ketika ditanya mengenai potensi mendapat inspirasi ketika berada di Indonesia, Kader mengakui belum punya waktu cukup untuk mengeksplorasi Indonesia. Meskipun begitu, Kader optimis suatu saat pasti ada inspirasi dari Indonesia.

Compagnie Accrocrap sendiri merupakan kelompok tari dari Perancis. Lahir di Saint Priest pada tahun 1989, Accrocrap menghadirkan tarian yang menggabungkan antara tari HipHop dan tari kontemporer. Dalam setiap karyanya, Accrocrap selalu menceritakan kisah-kisah yang melahirkan emosi. Setelah menyinggahi Bandung, Balikpapan, Surabaya, dan Jakarta, Accrocrap akan meneruskan perjalanannya ke Vietnam, Hongkong, Filipina, dan Thailand.

yudh on CyberMosque.com. More photos on Flickr Tags compagnieaccrorap.

4 Balesan

Subscribe to comments with RSS.

  1. [...] This post are english version from Tarian Accrocrap Bius 700 Penonton di Bandung. Thank to Mr. Google who help me to translate to english [...]

  2. duh…sayang ngga bisa lait euy…

    Aki

    Ahad, 31 Méi 2009 pukul 19:13

  3. kang kenapa baru di publukasikan sekarang..??
    coba sebelumnya ada informasi di blog ini saya pasti nonton.. hehehe

    Detz acakkadut

    Saptu, 30 Méi 2009 pukul 08:20

    • terima kasih atas masukannya. untuk melihat kegiatan yg akan terjadi d bandung, saya sudah menyediakan kalender kegiatan di bandung d halaman Agenda. smoga kalo ada acara yang keren lagi, bisa dateng.

      Yudha P Sunandar

      Saptu, 30 Méi 2009 pukul 12:57


Tinggalkeun Balesan