Archive for Pébruari 2009
Satuday PhotoWalking: Jadi Tukang Foto Butuh Keberanian Ekstra
berbekal kamera fujifilm finepix s700 yang dipinjemin ama bagus rully, membuat saya tak sabaran untuk memulai memotret. menunggu kegiatan photowalking-nya mas ikhlasul amal, nampaknya bukan pilihan yang tepat lantaran terlalu lama dan bisa2 saya tewas lantaran kehilangan kesabaran. akhirny, di sabtu pagi hasil dari begadang, mulailah saya melancarkan aksi photowalking ala paparazi bandung.
tujuan saya adalah pasar cihaurgeulis yang berada di bilangan suci, belakang pusdai. memotret pasar adalah impian saya sejak lama. di dalamnya, cukup banyak objek foto yang bisa saya abadikan menggunakan kamera. berangkat dari kostan sekitar pukul setengah 6 pagi menuju taman makam pahlawan. beberapa orang terlihat sibuk berlarian. bukan karena ada kerusuhan atau maling yang sedang dikejar2 massa. melainkan mereka sedang olah raga di sabtu pagi.
berdiri di depan gerbang taman makam pahlawan yang posisinya lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya, cukup banyak objek foto yang bisa saya bidik. dimulai dari suasana lenggang lalu lintas jalan pahlawan, hingga lembayung pagi di ufuk timur yang membuat saya takjub karena cukup indah.
setelah beberapa jepretan, saya menuju perempatan pahlawan – surapati. beberapa jepretan saya layangkan ketika dalam perjalanan menuju dan saat sedang berada di perempatan pahlawan – surapati. lalu lintas dari arah timur yang memiliki latar matahari terbit, adalah salah satu objek yang saya gemari saat itu. namun sayang, meskipun telah beberapa kali jepretan saya layangkan ke sana, tak satu pun foto memiliki fokus yang jelas dan cenderung tak memiliki jiwa (soul).
tak ambil pusing, saya lanjutkan perjalanan ke arah barat menuju pasar cihaurgeulis. tiga unit taksi yang sedang parkir berjajar tak jauh dari perempatan, tak luput dari jepretan saya. fokus adalah permainan saya pada 3 taksi ini.
beberapa puluh meter kemudian menuju arah barat, tepatny di pertigaan jalaprang, saya kembali memainkan kamera. kali ini gedung mobile-8 dan hotel yehezkiel, menjadi target jepretan saya. dipadukan dengan menara yang terpancang di belakang gedung mobile-8 dan pantulan cahaya dari arah timur, membuat saya puas mengambil gambar yang satu ini.
setelah beberapa kali saya ambil fotonya, perjalanan saya lanjutkan. di sepanjang perjalanan, pedagang kaki 5, tukang jamu, sekumpulan wanita tu yang sedang berolahraga, sampai anak sekolah, tak luput dari jepretan saya waktu itu. “perjalanan 30 menit yang mengasyikkan,” pikir saya.
akhirnya, tibalah saya di pasar cihaurgeulis. kalo sesi foto2 tadi hanyalah pemanasan, yang ini merupakan acara motret betulan. potret pertama saya coba layangkan ke pedagang ayam yang sedang baca koran pagi. setelah beberapa kali jepretan, membuat dia sadar akan keberadaan saya. bukan senyum yang menghampiri, malah tatapan mata sinis yang saya terima. meninggalkan nyengir, akhirnya saya langsung meninggalkan sang pedagang ayam untuk mencari objek lain.
masuk lebih dalam ke arah pasar, adalah pilihan yang saya ambil. belajar dari tatapan sinis pedagang ayam, akhirnya saya usahakan mengambil foto tanpa diketahui orang yang menjadi obyek foto. obyeknya pun pilih2. pedagang sayuran, buah2an, ikan, dan beberapa orang pembeli, saya pilih sebagai obyek. sedangkan pedagang daging, ayam, dan pedagang lainnya yang sekiranya memegang golok atau benda tajam lainnya, cenderung saya hindari. hal ini untuk mengurangi resiko dikejar2 oleh pedagang bersangkutan yang tidak terima kalo difoto dan memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk mengacung2kan golok kalo2 mengejar saya (setidaknya, itulah yang saya pikirkan ketika itu).
meskipun begitu, ada juga beberapa pedagang yang tersenyum ketika melihat apa yang saya lakukan. tak jarang ada yang minta diabadikan oleh saya. “kang, menta dipoto tuh kang. hoyong asup ka koran cenah,” ungkap seorang pedagang kepada saya yang nampakny berpikiran kalo saya adalah seorang wartawan.
hampir 1 jam lamanya saya mengitari pasar suci untuk mencoba mengabadikan kehidupan sosial di dalamnya. ternyata, tidak semudah yang saya bayangkan. pencahayaan yang kurang, moment yang begitu cepat, dan agak sensitifnya obyek foto (sensitif maksudny sadar kamera dan malah bergaya ketika akan difoto), adalah beberapa hambatan yang saya temui di lapangan.
resiko dikejar2 dengan golok yang diacung2kan (meskipun hal ini sebenarnya sangatlah berlebihan dan hanya terjadi di dalam pikiran saya semata) atau setidaknya dilihat dengan tatapan sinis, merupakan hal yang mungkin terjadi ketika obyek foto tidak nyaman dengan apa yang kita lakukan. saya kira, bukan hanya teknik memotret yang harus dimiliki setiap tukang foto, tetapi juga keberanian yang lebih untuk tetap cuek kalo dikasih tatapan sinis. atau mungkin, keberanian memotret obyek yang sama, meskipun sang obyek foto pernah mengacung2kan golok ke arah kita sebelumnya.
introspeksi sesi photowalking kali ini buat saya pribadi adalah perlu belajar memotret subyek yang jelas. kebanyakan gambar yang saya ambil ngak fokus dan ngak jelas apa yang mau diceritakan. gambar tak memiliki maksud dan cenderung asal bagus. nampaknya karena terlalu terburu2 membayangkan kriteria foto yang bagus. gambar selengkapnya yang saya ambil dalam minggu ini, bisa dilihat di album flickr saya.
KitaKlik dan The Blue Ocean Strategy
berawal dari tawaran untuk membantu sebuah perusahaan di soreang dalam mengaplikasikan internet kepada karyawanny beberapa minggu lalu, kami kemudian langsung mengeksekusi permintaan tersebut tanpa pikir panjang. waktu itu, tak terpikirkan berapa yang akan kami dapat atau kerjasama apa yang bisa kami jajaki. pikiran kami waktu itu cuman satu, bagaimana carany sampe soreang secepat mungkin dan mampu memberikan apa yang mereka butuhkan. hanya itu.
ketika sampai, kami langsung mulai pelatihan kecil yang melibatkan sebagian besar karyawan. pelatihan kilat yang kami berikan meliputi internet, blog, dan facebook. suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, adalah hal yang saya kagumi waktu itu di perusahaan tersebut.
seminggu kemudian, kami kembali dapat tawaran menyelenggarakan pelatihan internet untuk masyarakat di sebuah kecamatan di soreang. ngak tanggung2, sminggu waktu yang diberikan untuk kami melatih lebih kurang 240 orang. kemampuan pesertanya pun beragam. dari mulai yang baru memegang komputer, hingga beberapa orang remaja yang maunya cuman diajarin blog. seminggu yang mengasyikan memang. kami tidak hanya mengasah pengalaman kami soal menyampaikan materi dengan sabar dan lebih rinci serta sesuai dengan kebutuhan peserta kegiatan, tetapi kami juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal semua orang yang ada di kecamatan tersebut, yang tidak hanya ramah, tetapi memiliki kemauan untuk mengenal dan mencoba teknologi yang bernama internet.
ajakan untuk mengadakan pelatihan bertemakan internet di kecamatan tersebut untuk beberapa waktu ke depan, pun langsung mewarnai 3 hari terakhir hari2 kami d sana. tentunya, kami menerima ajakan tersebut dengan senang hati. tak hanya itu saja. dari pelatihan ini, kami pun mendapatkan inspirasi untuk membuat beberapa portal di internet yang ditujukan untuk membantu pengguna awam membangun kepercayaan mereka akan internet.

Sumber Gambar: e-aquarium.com.au
ada beberapa hal yang nampakny tak kami sadari ketika kami tiba di soreang. salah satunya adalah konsep blue ocean strategy. pertama kali tau konsep ini dari mas donny bu ketika beliau menjadi pembicara di acara blog vaganza di itb beberapa waktu lalu. beliau waktu itu menceritakan tentang akuarium dan beberapa ekor ikan. semakin lama, ikan di situ semakin banyak sehingga penuh dan akuarium tersebut tak layak lagi dijadikan tempat hidup. akuarium tersebut dijuluki read ocean dmana persaingan sudah semakin ketat yg membuat ikan2 lemah harus tersingkir dan mati.
di tengah2 persaingan tersebut, ada ikan2 yang berinisiatif untuk loncat ke akuarium lain yang belum berpenghuni. di situ dia bisa hidup dengan nyaman dan tanpa persaingan. akuarium tersebut dijuluki dengan istilah blue ocean. dari cerita tersebut, konsep blue ocean strategi kurang lebih merujuk pada mencoba mengeksplorasi daerah baru yang belum memiliki kompetitor dan tanpa ada batasan serta aturan yang ditetapkan.
berhubungan dengan kitaklik yang secara tak sengaja berlabuh di soreang, nampakny perusahaan ini secara tak sadar sedang menerapkan blue ocean strategy. di kota bandung, nampaknya persaingan sudah sedemikian ketatnya sehingga tidak ada cukup ruang bagi kami untuk mengembangkan sayap dengan leluasa. tetapi di soreang, kami mempunyai lebih banyak kesempatan untuk melakukannya.
rolly sendiri mencontohkan perusahaan seluler merah pada masa awal2 industri telekomunikasi tumbuh di indonesia. saat itu, perusahaan seluler tersebut tidak diperbolehkan memasuki daerah perkotaan lantaran daerah kota sudah dikuasai oleh perusahaan seluler kuning. akhirnya, yang mereka lakukan memperbanyak jaringan di luar kota. hasilnya, setelah beberapa tahun berlalu mereka cukup mampu membuktikan bahwa jangkauan sinyal mereka lebih luas dibandingkan operator lainnya.
meskipun tantangan ke depannya akan agak sedikit berat, tetapi kami cukup bangga diberi kesempatan untuk berkembang di sini. kami bisa belajar bagaimana mengerti orang untuk mereka mengerti teknologi. kami juga bisa belajar bagaimana mengajarkan apa yang kami punya bisa sejalan dengan apa yang mereka punya. dan kami juga bisa belajar bagaimana kepercayaan adalah yang utama di mata mereka.
BBY! 8 Goes to Braga. Thx, All…!!!
nampakny sudah sangat basi apabila saya menuliskan cerita mengenai kegiatan bebersih bandung, yuk! jilid 8 goes to braga. meskipun begitu, telat lebih baik daripada tidak sama sekali.
cerita detail mengenai bebersih bandung, yuk! jilid 8 goes to braga sudah banyak ditulis oleh teman2 blogger lainnya. silahkan cari di situs batagor.net. atau bisa juga liat beritany d buletin urang. di tulisan ini, saya akan bercerita sedikit mengenai garis besar acarany aja.
bebersih bandung, yuk! jilid 8 goes to braga kali ini menghadirkan sangat banyak hal yang berbeda. dimulai dari tempat penyelenggaraanny yg biasa di taman kota, kini dipindahkan ke kawasan kota dengan nilai sejarah yang cukup tinggi, yaitu braga. sengaja juga tempat yang diambil adalah braga city walk agar proses penyelenggaraan acara menjadi lebih mudah.
perbedaan lainnya juga terlihat dari format acara. acara ngamen keren yang dicetuskan oleh aki herry, mencoba diwujudkan dalam acara ini. hasilnya, cukup menggembirakan.
tak hanya itu saja. tour berkeliling hotel aston bandung pun serasa menjadi kejutan yang tak terduga di acara ini. kontan hal ini membuat senang teman2 batagoris. kejadian narsis pun tak lagi dapat dihindarkan, terutama ketika mereka tiba di atas gedung yang memiliki tinggi hingga 19 lantai ini. puluhan foto tercipta dengan latar keadaan kota bandung yang makin sumpek aja dengan pembangunan.
akhirnya, kegiatan tersebut berhasil menimbulkan kesan yang baik untuk peserta kegiatan. beribu2 terima kasih saya haturkan untuk hotel aston bandung atas kantong kresek dari singkongny, makan siang yang sangat lezatny, dan juga tour berkeliling hotel astonnya; rumah kayu bekas atas kaosnya. trims bgt ki; braga city walk yg udah nyediain tempat dan sound system yang mantap dan kueren abis; teh botol sosro dan minumanny sangat membantu melepaskan dahaga; the dreamers. trims bgt udah mau tampil; qwords.com yang selalu hadir dengan doorprize-ny. thx banget; es teller 77; braga music; flexi dan fren yang selalu setia menemani batagor kemana pun bikin kegiatan; dan akhirnya, makasih banyak buat temen2 panitia yang udah ngebanting2 tulangny untuk acara ini. thx all.
































