Coretan dari Balik Kelambu…

Archive for Désémber 11th, 2008

Gardu Lantu, Ajang Berbagi Kasih Sayang Blogger dan Pengusaha Kepada Anak Yatim Piatu

kalawan 9 pairan

pada pesta blogger 2008 lalu, dikenalkan kepada publik blogger istilah “blogging for society”. istilah ini merujuk pada kegiatan blogging yang berkontribusi langsung kepada masyarakat dengan bentuk, antara lain: mencerdaskan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu sosial yang kerap terjadi di daerah perkotaan saat ini.

sejalan dengan itu, di akhir bulan desember setiap tahunnya, selalu diperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 desember. pada hari itu, setiap orang mengingat dan menghargai jasa orang tua, ibu pada khususnya, yang memiliki andil yang sangat besar dalam membesarkan mereka. sedikit membalas cinta-kasih yang ibu berikan dalam membentuk setiap orang menjadi manusia seutuhnya.

meskipun begitu, tidak setiap orang memiliki keberuntungan merasakan kasih sayang orang tua, khususnya kasih sayang seorang ibu. saudara-saudara kita yang kini tinggal di asrama panti asuhan, hanya mampu mengenal kata ayah dan ibu tanpa tau seperti apa rasanya kasih sayang orang tua. alih-alih memiliki orang yang mengasuh mereka, tetap saja belum mampu menggantikan kasih sayang sesungguhnya memiliki orang tua.

blogger dan pengusaha peduli anak yatim piatu, yang dikenal dengan istilah gardu lantu, merupakan kegiatan rutin batagor.net untuk berbagi kasih sayang terhadap teman2 kita yang tidak seberuntung kita. bentuknya sendiri adalah makan bersama dengan anak2 yatim piatu di sebuah festival makanan. pada acara ini, anak2 yatim diberi kebebasan untuk memesan sepuasnya makanan yang ada di festival makanan.

pada akhir tahun ini, batagor.net akan kembali menyelenggarakan kegiatan gardu lantu dengan mengundang seribu anak yatim piatu dari berbagai penjuru kota bandung. bertempat di acara food paradise – istana building comodity center (ibcc), bandung, acara ini akan digelar pada hari senin tanggal 29 desember 2008 dengan waktu kegiatan pukul 11 siang hingga 17 sore.

bagi rekan2 yang ingin memberikan donasi untuk acara ini, silahkan langsung hubungi amel, humas batagor, di 022-70324693 atau 085220067939. atau bisa langsung mengirimkan donasi ke:

  • bni rekening 015-148-1599 a/n karina a shelyani
  • bca rekening 282-1041-998 a/n shasya pashatama
  • mandiri rekening 131-000-461987 a/n amalia mustika sari

konfirmasi setelah donasi, kirimkan sms ke 022-76695686 dengan format nama#jumlahdonasi#bankyangdituju.

  1. hamba 4JJ 1(ga mau disebutin katanya)/ bni
  2. joko wiyono/ rp. 150.000/ bca
  3. insan/ rp. 45.000/ bni
  4. atik rahma/ rp. 150.000/ bni
  5. no name/rp. 150.000/ bni
  6. yudha indah/ rp. 150.000/ bca
  7. no name/ rp. 150.000/bca
  8. anom/ rp. 50.000/ mandiri
  9. wahyudi handriyanto /rp. 60.000/ mandiri
  10. zeta andalina / rp. 45.ooo/ mandiri
  11. dony savius / rp. 100.000/ mandiri
  12. eno/ rp. 600.000/ mandiri
  13. no name/ rp. 200.000/ mandiri
  14. tati sekarsini/ rp. 300.000/ bni
  15. op & aa / rp 450.000 / mandiri (catur)
  16. aswa diansyah / rp. 150.000/ bni
  17. no name / rp. 50.000/ titip yudha
  18. no name / rp. 200.000/ titip yudha
  19. (masih ditunggu sampai tanggal 28 desember 2008 , jam 5 sore)

Akhirnya, Terjawab Juga Eksistensi Tuhan

kalawan hiji pairan

sudah sejak lama aku mempertanyakan tentang eksistensi ketuhanan. dimulai dari seperti apakah tuhan, di manakah tuhan, mengapa tuhan menciptakan makhluk dan alam semesta ini, apakah dunia ini hanya skenario tuhan, hingga pertanyaan yang sangat fundamentalis, benarkah tuhan ada? beberapa jawaban terkadang tidak puas terasa, meskipun telah dicoba melalui pendekatan agama. namun tetap saja, itu belum meredakan kehausanku akan pertanyaan mengenai tuhan.

pertanyaan yang paling awal tentang tuhan hinggap di pikiranku sejak aku beranjak di kelas 3 sekolah dasar dulu. ketika itu, aku mempertanyakan di manakah tuhan ketika seluruh alam semesta ini belum diciptakan? dan beberapa tahun setelah itu, pertanyaan itu berhasil ku jawab dengan perasaan yang cukup memuaskan.

rangkaian pertanyaan itu membuatku tumbuh dengan visi mencoba menyingkap pertanyaan mengenai hakikat ketuhanan dan alam semesta yang tuhan ciptakan. pernah terpikir untuk masuk kuliah jurusan teologi atau filsafat. namun selepas kelas 3 sekolah menengah atas, keinginan itu tiba2 saja hilang. dan baru setelah lulus kuliah, keinginan itu muncul kembali. meskipun pada akhirnya kandas kembali akibat keadaan yang tidak memungkinkan.

tapi, tak disangka, sebuah novel mampu menjawab dan meredakan kehausanku akan hakekat tuhan. sebuah novel berjudul ‘iblis menggugat tuhan’ telah membuatku kagum dan mengubah paradigmaku terhadap tuhan. lebih dari itu, lebih yakin untuk menerima kehadiran tuhan.

pelajaran yang paling besar yang kuterima dalam buku itu adalah kalimat, “penghambaan sepenuhnya kepada tuhan bermakna bahwa perbuatannya bukanlah untuk kau pahami.” kalimat tersebut bukan berarti tuhan tidak mau untuk dipertanyakan. sepintar apapun seorang manusia, tak akan mampu mengukur tuhan. apalagi membandingkannya dengan sesosok manusia yang jelas2 makhluk ciptaannya. “jagat ini milik tuhan tapi tuhan bukanlah jagat itu sendiri. tuhan mendefinisikan ciptaan, tapi tidak terdefinisikan oleh ciptaan. tuhan memiliki, tapi tidak dimiliki. tuhan melebihi, tapi tak bisa dilebihi. … tuhan adalah tuhan yang tak bisa dipahami melalui ciptaan tuhan. dan ciptaan tuhan tak akan mungkin dipahami kecuali melalui tuhan,” begitulah kira2 seharusnya kita memandang tuhan, seperti apa yang disampaikan oleh shawni, sang penulis buku the madness of god.

beberapa tahun yang lalu, aku mengenal sebuah istilah “memanusiakan tuhan”. sebuah istilah yang merujuk pada menempelkan segala atribut2 manusia terhadap tuhan. hasilnya, orang kerap kali meragukan kebesaran tuhan lantaran tuhan dipandang sebagai seorang manusia. dan baru kali ini aku memahami betul makna itu yang ternyata memiliki efek yang cukup besar terhadap pandangan manusia dalam meyakini tuhannya. seperti apa yang disebutkan dalam buku tersebut, “tuhan bukan untuk dihakimi, tidak pula standar2 manusiawi dapat diterapkan pada tuhan.”

satu hal lagi, tuhan adalah tak terbatas. bila terbatas, jelas dia adalah makhluk. alih2 sebuah gambar, kata2 pun tak akan mampu melukiskan tuhan yang tak terbatas. bahkan kata “tak terbatas” sendiri tidak mampu melukiskan tuhan karena tuhan tidak pernah mampu dilukiskan oleh apa pun yang merupakan ciptaannya. karena, jika mampu dilukiskan, “ia tak akan pantas menyandang nama tuhan.”

Written by Yudha P Sunandar

Kemis, 11 Désémber 2008 pukul 22:22

Iblis Menggugat Tuhan: Sebuah Cerminan akan Ketakterbatasan Tuhan

kalawan hiji pairan

bukan cerita baru apabila iblis diusir dari surga dan mendapatkan izin untuk menggoda manusia hingga hari akhir kelak. meskipun begitu, godaan demi godaan tetap dia layangkan kepada manusia yang berpotensi menjadi pengikutnya di akhir zaman kelak. hal inilah yang melatarbelakangi terjadinya dialog antara iblis dan seorang pendeta dari busrah bernama buhaira.

dalam karya sastra ini, diceritakan sebuah awal ketika sang pendeta didatangi oleh seorang pemuda yang berasal dari komunitas marcionites. diceritakan kemudian, sang pemuda berargumen mengenai tuhan yang tidak lebih dari sesosok monster yang jahat dan tidak sempurna. ketidaksempurnaannya terlihat dari cara tuhan mengatur dunia ini dan mempersiapkan segala skenario atas dunia yang dihuni manusia. kontan pendapat ini langsung disanggah sang pendeta. meskipun begitu, perdebatan panjang ini harus berakhir dengan hinggapnya keragu2an di diri pendeta akan eksistensi tuhan.

pendek kata, akhirnya sang pendeta mengasingkan diri untuk memperdalam mengenai agama hingga dia menemukan sebuah buku yang memaparkan akan datangnya seorang rasul penutup akhir zaman.

usai menunggu beberapa tahun, akhirnya saat yang dinanti2 telah tiba. dia bertemu dengan muhammad dan dapat dengan jelas melihat tanda2 kenabian di diri sang rasul. dalam novel ini juga diceritakan kemudian bahwa sang pendeta mengeluhkan ihwal keragu2annya mengenai eksistensi keesaan tuhan selama ini. beberapa penggalan kata2 bijak menghiasi jawaban yang diberikan muhammad kepada pendeta buhaira. salah satu diantaranya, “ketahuilah, sesungguhnya keesaan tuhan itu tersembunyi dari menara logikamu. singkirkan keraguanmu. pengetahuan tentang keesaan tuhan sungguh berbahaya. dan yang mencari mudah sekali tersesat.”

tidak sampai di situ. novel ini berlanjut kemudian dengan bertemunya pendeta buhaira dan iblis di sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian, yang hanya diterangi kerlip dan redupnya bintang. di sebuah mata air dan aliran sungai yang rasanya manis, perdebatan panjang antara seorang pendeta dan iblis pun akhirnya terjadi. dengan pandainya, iblis memuja tuhan yang dengan seketika pula iblis mencemooh tuhan. berbagai argumen2 iblis yang menyesatkan mengenai tuhan, dan sanggahan2 kebenaran sederhana dari sang pendeta, menghiasi setiap halaman novel yang tebalnya 324 halaman. tak hanya itu saja. berbagai cerita seru yang diangkat dari kisah2 nabi dan rasul agama samawi, turut hadir sebagai pelengkap dan penjelas akan permasalahan ketuhanan yang sedang diperdebatkan.

menjelang fajar, akhirnya perdebatan yang panjang tersebut usai. pendeta buhaira kembali ke kota dan bertemu kembali dengan muhammad. lagi2, berbagai penggalan kata2 indah tentang keesaan tuhan, menghiasi halaman2 terakhir novel ini. “tuhan bukanlah untuk dihakimi, tidak pula standar-standar manusiawi dapat diterapkan pada tuhan,” dan “kepada tuhan lah berpulang segala alasan, dan tuhan – dalam segalanya – adalah yang maha adil,” merupakan sebagian penggalan kata2 mutiara indah untuk mengingat dan untuk tidak lagi meragukan eksistensi tuhan.

adalah daud ibn ibrahim al shawni yang merupakan orang di balik novel yang cukup mengagumkan, menginspirasi, dan syarat makna ini. dialihbahasakan dan diterbitkan di indonesia oleh dastan books, novel ini benar2 mampu menempatkan sosok iblis yang egosentrisme. pandangan2 dari 3 agama samawi, dengan sangat cerdasnya dipadukan dalam buku ini. tak hanya itu saja. berbagai pertanyaan2 teologis yang kerap diragukan orang2 dalam beragama, mampu dijawab melalui gaya penuturan yang unik dan khas serta mengalir.

meskipun begitu, membaca buku ini perlu kewaspadaan yang cukup tinggi. pasalnya, bila tak hati2 membacanya, bukannya mengerti akan makna keesaan tuhan, malah bisa terjebab dalam argumentasi2 iblis yang menyesatkan dan terasa benar di logika.

pada edisi cetakan terbaru novel yang memiliki judul asli the madness of god ini, dilengkapi juga dengan penggalan kisah berjudul the men who have the elephant. berlatar kota shan’a dan mekah di awal kelahiran muhammad, kisah ini bercerita mengenai pengepungan pasukan gajah raja abrahah terhadap ka’bah pada bulan rabiul awal.

perdebatan sengit tetap menjadi madu bagi kisah dalam novel ini. dihiasi adu argumen penafsiran beberapa penggalan wahyu tuhan dalam perjanjian lama dan baru, membuat pembaca diajak untuk melihat bagaimana kisah berlatar agama samawi masih menarik untuk diikuti. belum lagi dengan dilengkapinya kisah kesetiaan siraaj, yang merupakan panglima setia sang raja yang belakangan diketahui bernama khidir. meskipun tidak setuju dengan keputusan sang raja, siraaj masih tetap ada di samping sang raja ketika sekarat. padahal, sebelumnya, sang raja menahan sang panglima karena tidak mendukung keputusannya untuk menyerang ka’bah.

kisah kedua dalam novel iblis menggugat tuhan diakhiri di ka’bah. ketika itu, baru beberapa jam berlalu semenjak pasukan abrahah luluh lantah dan aminah melahirkan muhammad yang langsung dibawanya ke ka’bah. novel ini ditutup dengan datangny siraaj yang kemudian terlibat diskusi yang cukup panjang dengan shayba, yang tak lain adalah kakek dari cucu yang baru saja lahir.