Archive for Nopémber 14th, 2008
Ketika Aku dan Tuhan
ketika aku memanggilmu tuhan
ku serahkan hidupku hanya padamu
ku pasrahkan segenap jiwa raga untuk memujamu
dan ku lapangkan bumi ini untuk senantiasa menyembahmu
ketika aku menyapamu tuhan
aku bersimpuh tunduk di hadapmu
walaupun seberkas cahaya muncul namun tak pernah memberikan terang
dan kegelapan tak kunjung pergi dari kehadirannya atasku
tetap aku menyapamu dengan tuhan
ketika aku menyebutmu tuhan
ketika itu pula aku tak pernah lagi mampu berpaling darimu
alih2 hanya menengok
lirikanku pun tak pernah memiliki izin untuk menghilangkanmu dari urat nadiku
dan ketika aku menunjukmu tuhan
tak mudah bagiku untuk bisa membencimu
anehnya, begitu nyata aku mencintaimu
terlalu dalam hingga tak lagi berjejas
lalu ketika aku meyakinkanmu tuhan
beribu peluh telah bernapas tiada henti
menorehkan goresan2 tak terejawantahkan
hingga aku hanya mampu terapung dan terasing
akhirnya ketika aku memergokimu tuhan, tuhan, tuhan, tuhan, dan begitu aku selalu menyebutnya
begitu hampa diriku ada
tak lagi bernyawa dan tak lagi punya makna
dan kini kukembalikan seluruhnya padamu, tuhan