Coretan dari Balik Kelambu…

Archive for Nopémber 9th, 2008

AKU BEBBBBAAAASSSSS…!!!

kalawan 3 pairan

hari ini, mas amri, dalam acara halal bihalal tangan di atas, memberikan sebuah masukan untuk kita mulai memproklamasikan siapa diri kita. proklamasi yang tidak hanya memberitahukan siapa diri kita kepada dunia, tetapi proklamasi agar kita lebih percaya diri untuk melangkah dalam hidup.

mulai hari ini, aku adalah orang bebas. orang yang dengan kebebasannya akan selalu membuat karya dan mahakarya kehidupan. orang yang bebas dan terlepas dari belenggu2 kehidupan. orang yang dengan bebas berpikir tanpa dibatasi oleh prosedur2 dunia. dan orang yang dengan bebas memilih siapa orang yang hanya jadi kawan dan siapa orang yang benar2 menjadi kawan.

tak usahlah khawatir akan kehidupan. toh, elang pun tak pernah khawatir terbang bebas. karena dia tau tuhan selalu menopangnya di saat dia terbang. sama halnya dengan elang, jangan pernah khawatir untuk menjadi bebas. karena tuhan akan selalu menopang kita di saat kita mengendalikan kebebasan itu.

tak perlu lah takut akan hilangnya harta. karena tuhan punya sejuta harta lebih banyak dari yang kita inginkan dan kita butuhkan. tak usahlah takut akan kehilangan cinta. karena tuhan punya sejuta cinta lebih banyak dari yang kita inginkan dan kita butuhkan. janganlah takut akan hilangnya keindahan dunia. karena tuhan punya sejuta dunia yang sejuta lebih indah dari yang kita inginkan dan kita butuhkan. dan jangan ragu akan hilangnya kehidupan. karena kehidupan tuhan yang tentukan.

jadi, mari kita menjadi bebas. aku bebas…!!!

Written by Yudha P Sunandar

Ahad, 9 Nopémber 2008 pukul 01:36

Dimuat dina Filsafat

Terbentuk menjadi Seniman dan Sastrawan

without comments

setelah mengalami penantian yang cukup panjang, akhirnya semua terjawab. lambat laun, misteri hidup ini mulai terbuka satu demi satu. lambat laun pula, aku mulai menemui satu per satu jawaban atas pertanyaan2ku tentang dunia. dan yang terpenting, tentang siapa aku, dan apa yang harus kulakukan kini.

pertanyaan terbesarku adalah siapa aku. terkadang, pertanyaan ini menjerumuskanku ke dalam titik terendah dalam kepesimisanku memandang dunia. menganggap diri aneh, terasing, dan di bawah standar, adalah hal yang selalu terngiang di hatiku selama ini. tapi malam ini semua itu berganti menjadi sebuah semangat baru untuk menjalani hidup. sebuah pencerahan baru yang tidak saja merubah pandanganku tentang hidup, tapi merubah caraku untuk menjalani hidup.

seorang kawan hari ini menyampaikan sebuah fakta yang menyatakan bahwa lulusan dari almamaterku mempunyai 3 pola dasar yang cukup unik. pola pertama, senang berbuat apa saja untuk orang lain. tak peduli dirinya menderita dan terluka. tetapi membuat orang lain senang dan menjaga perasaan hati orang lain adalah tujuan utama dari apa yang mereka perbuat. sikap sosial yang tinggi ini, tak jarang membawa mereka menjadi orang yang dapat dipercaya. janji mereka dapat di pegang, amanat yang dibebankan kepada mereka dapat dipertanggungjawabkan, dan orang tak akan khawatir menitipkan apapun, hingga mungkin jantung hatinya, kepada mereka.

pola kedua, mereka memiliki kemampuan psikologis untuk menilai orang dengan cukup mumpuni. kemampuan ini tidak hanya membuat mereka mampu menilai orang, tetapi tau cara untuk membahagiakan masing2 orang yang ditemuinya. kemampuan ini juga bisa mendeteksi mana orang yang dapat menjadi kawan, dan mana orang yang harus diwaspadai karena berpotensial menjadi lawan.

pola yang ketiga, mereka mempunyai perasaan yang sangat peka terhadap lingkungan sekitarnya. saking pekanya, mereka bahkan mampu mendengarkan kata hati orang yang ada di hadapannya. kepekaan ini bisa jadi berdampak baik, dan bisa jadi berdampak buruk bagi mereka. salah satu dampak baiknya, mereka sangat sensitif kepada orang dengan sikap tidak suka kepada mereka. sehingga, tak jarang mereka bisa mengetahui suatu masalah terjadi. namun, ternyata dampak burukny juga cukup besar. ketika hati mereka di lukai, mereka akan menghancurkan kepercayaan yang telah mereka bangun hanya dengan sekejap mata tanpa mempedulikan pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk meraihnya.

ketiga pola dasar yang dibentuk ketika sekolah dulu, ternyata dimaksudkan untuk membentuk kami sebagai seorang seniman dan atau sastrawan. yah, sebagian besar dari kami memang mengambil bidang seni dan atau sastra. sebagian besar dari kami mampu memainkan alat musik dengan cukup baik. sebagian besar dari kami juga mampu menghasilkan foto2 indah, lukisan2 bermakna, dan tampilan 3 dimensi yang fantastik. dan sebagian besar dari kami juga mampu menyusun kata2 yang mampu membuat orang terhanyut hanya dengan memandangnya saja.

tak ayal, kami memang dibentuk untuk menjadi seniman dan sastrawan besar masa depan. seniman dan sastrawan yang memiliki bakat dengan pengorbanan yang harus ditebus dengan peluh keringat dan air mata. seniman dan sastrawan yang tidak saja memiliki sikap idealis tinggi, tetapi juga nilai kebebasan yang luhur.

namun, kami masih kebingungan lantaran belum ada orang yang sama dengan kami dan berusia lebih dari 50 tahun. hal ini menjadikan kami tidak punya rujukan untuk berlari. meskipun begitu, kami tahu, kami adalah orang yang bebas. yang bekerja atas dasar karena kami ingin berkarya dan membuat mahakarya kehidupan. dan kami adalah orang yang menjalani hidup lantaran kami masih harus menyibak misteri hidup lainnya. karena, untuk itulah kami dibentuk.

Written by Yudha P Sunandar

Ahad, 9 Nopémber 2008 pukul 01:09

Dimuat dina Filsafat