Archive for Agustus 8th, 2008
Dokternya Cantiknya Parah
sepulang dari beraktivitas malam ini, adeku langsung bercerita bahwa tekanan darahnya tinggi, mencapai 145/80 mmhg, saat periksa ke dokter untuk persyaratan mengikuti ujian masuk polban. ngedengernya cukup kaget sih. soalnya, setiap kami sekeluarga periksa tekanan darah, cuman dia yang paling normal, dan itu terakhir dilakukan kira2 sebulan yang lalu. kemudian dia melanjutkan ceritanya, bahwa semua ini disebabkan lantaran dokternya cantik buanget. saking cantiknya sang dokter, tidak berlebihan kalo kita menyamakannya dengan sosok putri salju. wajahnya putih, cerah, bening, masih muda, dan pastinya pake baju putih. hehehe.
kecantikan sang dokter memang telah terpancar saat dia masuk ruang praktek. adeku bilang, sebelum masuk ke ruang praktek dokter, dia ngeliat sesosok gadis yang cantiknya aduhai masuk ke ruangan praktek. sebelumnya dia nggak menyangka kalo gadis yang dia liat adalah dokter lantaran perawakannya yang masih muda.
waktu adeku dipanggil ke ruang praktek dokter, betapa terkejutnya dia ketika tau bahwa gadis cantik yang dia liatin tadi adalah dokter yang akan memeriksanya beberapa menit setelahnya. jantungnya langsung dag-dig-dug ngak karuan. apalagi waktu si dokter nyuruh dia berbaring di tempat tidur untuk periksa tensi, denyut nadinya pun bisa dipastikan semakin kenceng. hasilnya, setelah diperiksa tensinya, memperlihatkan angka 145/80 mmhg. ini dilengkapi lagi dengan denyut nadinya yang mencapai 84 kali per menit. padahal antara periksa tensi dengan periksa denyut nadi, ada selang waktu karena si dokter menyuruh adeku buat istirahat dulu sebelum periksa tensi yang kedua. gimana kalo langsung diperiksa denyut nadinya? pasti lebih tinggi dari itu.
sang dokter pun ternyata sadar bahwa hasil ini nggak wajar. dia bertanya kendaraan yang adeku pake untuk ke tempat prakteknya. setelah adeku bilang naik motor, sang dokter pun berkomentar, ‘ternyata sekarang ini naik motor lagi bikin adrenalin naik, yah.’ ngedenger cerita adeku gitu, aku langsung ketawa ngakak.
sampai tulisan ini di posting, adeku pun masih belum bisa berhenti mengagumi kecantikan sang dokter. kalimat ‘andaikan si dokter jadi pacar gw’, terus mengalir dari mulutnya sambil menerawang mengingat kecantikan sang dokter. dengan istilah liarnya, dia menyebut2 kalo si dokter cantiknya parah.