Archive for Juli 17th, 2008
Celoteh
aku hanya ragu
apakah ini sebuah asa
dari gejolak lembayung senja
yang menapik kiasan antara aku dan angin lalu
mengurai dera
membasahi selaksa petuah dalam dada
tak hentinya aku berbicara
tanpa jeda dan jelas tanpa makna
mengitari hati
bukan hanya sekedar tak kuasa berdiri
memancing gejolak cinta dalam darah
menyusun jari demi jari ungkapan hampa
tujuan tanpa arah
mengantarkan aku ke sebuah perjalanan
tak hanya tak abadi dan fana
tetapi juga membingungkan dan membosankan
entah apa yang harus ku hendaki kini
terduduk terdiam terpesona pada dunia
tanpa mampu berkeinginan dan berkehendak
hanya kuasa yang mencerca
sudahlah…
mungkin ini yang harus ketapaki
tanpa ada lagi harapan
dan sebuah impian
Misteri di Balik Hilangnya Sepatuku
lagi2 sepatuku kembali hilang. ini adalah kali kedua sepatuku hilang setelah sebelumnya terjadi pada bulan agustus 2 tahun silam. meskipun kejadiannya di tempat yang jauh berbeda, tapi ada satu hal yang ngeganggu dari hilangnya sepatuku, keduanya hilang ketika aku jadi koordinator sebuah kegiatan. entah sebuah kebetulan atau emang bener adanya, yang pasti dengan hilangnya sepatuku aku jadi nggak bisa pergi ke tempat yang memerlukan pakaian formal.
kembali ke cerita hilangnya sepatu. sepatu pertama hilang sekitar 2 tahun lalu. ketika itu aku lagi jadi koordinator kegiatan metamorphoses of hacking di kampus. selama beberapa minggu aku nginep di kostan temenku. di suatu pagi waktu mau berangkat ke kampus, aku kebingungan nyari sepatuku yang beberapa hari sebelumnya masih bertengger di teras kostan temenku. setelah nyari2 dan nggak nemu, akhirnya sepatuku dinyatakan hilang entah kemana. mana waktu itu duitku habis kepake buat nalangin dana kegiatan. ujung2nya, sepatu temenku yang aku pinjem.
sepatu kedua hilang hari senin ini. ceritanya aku mau pergi ke qwords untuk ngomongin kegiatan linux goes to school ama rendy. waktu siap2 mau berangkat, aku baru sadar kalo sepatuku udah nggak ada di depan pintu kamar kostanku. padahal udah beberapa bulan lamanya, sepatu itu bertengger di situ, tapi aman2 aja. sama kaya cerita di atas, duitku juga dah habis kepake buat nalangin kegiatan ini. dan yang paling parah, sepatu adeku juga hilang entah kemana. akhirnya kita berdua cuman bisa bengong sambil meratapi, ‘besok2 pake apa yah ke kantor…???’
entah ada apa di balik hilangnya kedua sepatuku. apa bener terkait dengan posisiku sebagai koordinator kegiatan? atau emang waktunya aja yang kebetulan sama. apapun itu, harus ngejar dateline bikin 2 tulisan nih buat beli sepatu baru. supaya pas acara, bisa bergaya dengan sepatu baru.